Kenya adalah rumah bagi petualang safari terbesar di dunia. Atraksi alam dan kehidupan binatang liar di negara yang berlokasi di wilayah Afrika Timur itu sudah berkembang semenjak abad ke-14. Sampai sekarang, Kenya sanggup menarik sedikitnya 2 juta wisatawan asing.

Turis dari berbagai negara datang untuk menyaksikan sejumlah atraksi kehidupan liar. Misalnya rusa kutub yang berpindah, gajah yang berkeliaran di Taman Nasional Amboseli, dan lautan flamingo merah jambu di Taman Nasional Danau Nakuru.

Anda mungkin salah satu orang yang mempunyai mimpi mengunjungi Kenya, meskipun bagi banyak orang, negara tersebut belum cukup terkenal. Apalagi untuk orang Indonesia.

Kenya adalah salah satu negara yang cukup dianjurkan untuk dikunjungi saat melakukan perjalanan ke Afrika untuk bersafari. Karena, diperbandingkan dengan kawasan lain, seperti Tanzania dan Aznzibar, Kenya relatif lebih murah.

Tetapi, apabila berencana datang ke sana, ada beberapa informasi yang sebaiknya dipelajari, mengingat Afrika adalah kawasan yang betul-betul luas. Berikut beberapa di antaranya:

1. Uang yang harus disiapkan
Indeks Backpacker Afrika dan Timur Tengah yang dikeluarkan Daily Bacpacker Index untuk Narobi mencatat, biaya hidup per hari di Kenya menempuh US$ 43,29 per hari atau setara dengan RP 600 ribu di Jakarta.

Angka itu telah termasuk biaya menginap di hotel paling murah di kota, dua kali naik transportasi biasa, tiga kali makan, sekali mencoba minuman alkohol lokal, dan mengunjungi area wisata satu kali dalam sehari.

Cek Juga: Holy Land Tours

2. Mengecek paspor dan visa
Seperti mengunjungi negara lain, pastikan paspor berlaku sampai 6 bulan sesudah Anda meninggalkan Kenya selepas libura. Adapun untuk masuk Kenya, wisatawan harus membayar US$ 50 atau setara dengan Rp 650 ribu. Visa ini akan berlaku 3 bulan.

Apabila Kenya bukan satu-satunya negara yang ingin Anda kunjungi, Anda dapat mengajukan visa ke pihak Pariwisata Afrika Timur. Biayanya sekitar US$ 100 atau setara dengan Rp 1,3 juta. Negara yang bisa dikunjungi merupakan Kenya, Urgada, dan Rwanda. Visa itu berlaku selama 90 hari.

3. Mata uang resmi
Mata uang resmi Kenya adalah shilling Kenya (Ksh) dan tersedia dalam kepingan 50, 100, 200, 500, dan 1.000 Ksh.

4. Tips pemandu liburan
Tidak ada aturan wajib di Kenya bagi wisatawan untuk memberikan tips pada porter atau pemandu liburan. Tetapi, cara wisatawan memberi tips di sana berbeda dari daerah lain, adalah lewat kotak yang terdapat di resto atau hotel.

5. Vaksin
Kenya termasuk dalam area demam kuning. Maka dari itu sebelum ke Kenya, Anda harus vaksin terlebih dahulu disaat mendarat di sana. Disaat pulang, Anda akan diminta menunjukan kartu vaksinasi demam.

6. Transportasi
Ada beberapa cara untuk berkeliling sepanjang kota selama Anda tinggal di Kenya. Perjalanan antarkota dengan kereta api adalah salah satunya. Layanan kereta menghubungkan Kota Nairobi dengan Sungai Athi, Kitengela, dan Syokimau.

Bila berencana menjalankan perjalanan jarak jauh, kereta api mungkin bukan alternatif terbaik karena rute yang disedikan terbatas. Tetapi, apabila berencana pergi ke Mombasa dari Nairobi, ada alternatif menggunakan kereta malam.

Bila mencari fleksibilitas dan mempunyai dana banyak, Anda dapat memilih menyewa mobil. Jalan-jalan di Kenya telah diaspal dan dirawat dengan baik. Situasi ini membuat pengemudi relatif mudah dan nyaman berkendara.

Adapun perjalanan termurah dan ternyaman adalah dengan bus, baik untuk perjalanan jarak dekat atau jarak jauh. Bus di Kenya umumnya tepat waktu dan bisa dipercaya. Bila mencari pengalaman yang penuh petualangan, Anda dapat menggunakan bus.

Baca Juga: Paket Tour Israel