hotel di serpong

Fenomena menikah muda, ketika ini sepertinya kembali digandrungi oleh masyarakat kita. Banyak alasan yang membikin orang berminat untuk mengulang masa Siti Nurbaya ini. Ya, ketimbang berperilaku zina. Alasan seperti ini bahkan nggak dapat disalahkan. Kendati sebetulnya pesoalan zina dan pernikahan nggak dapat diciptakan alasan yang ideal. Toh, pernikahan ialah sesuatu yang sungguh-sungguh sakral dan penuh cinta, bukan? Bila memang masih terlalu muda, menghindari zina bukan dengan menikah dong. Tetapi kami kali ini nggak akan membahas problem ini.

 

Hakekatnya nggak problem sih dengan alasan banyak orang untuk nikah muda. Itu hak tiap orang. Tetapi sebagai cowok, menikah muda itu ada bagusnya jangan dikerjakan secara terburu-buru. Apalagi di umurmu yang masih sungguh-sungguh belia, permulaan 20-an tahun. Karena, demikian itu banyak hal yang akan kau lewati dikala menetapkan untuk menikah di umur 20-an. Mau sebagian hal berikut ini.

Baca juga : Paket Pernikahan di Tangerang

Menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat, apalagi buat kau yang tinggal di indekos. Tapi jalani hobi atau nongkrong hingga larut juga sulit

Bagi perantau sekalian mahasiswa yang tinggal di indekos (kosan), menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabat ialah peristiwa yang sungguh-sungguh membahagiakan. Berkumpul menertawakan kerasnya kehidupan, mendiskusikan alangkah ngerinya menjadi dewasa, atau sekedar patungan untuk beli rokok mi instan di akhir bulan. Tetapi apabila kau telah menikah? Tentu nggak ada waktu-waktu menawan seperti ini bersama sahabat-sahabat seangkatanmu~

 

Walaupun untuk mengetahui karakter cewek lebih banyak akan tereduksi. Istri mana yang nggak cemburu apabila suaminya kenalan sama cewek baru di luar urusan kerjaan?

Satu yang pasti, sesudah menikah, kau akan kehilangan kans untuk mengetahui karakter banyak cewek lain di luar sana. Dengan dalih apa bahkan, apabila kau pengen mengetahui cewek lain, terang akan melahirkan perang dunia kesekian dalam rumah tanggamu. Kesempatan, usia 20-an, masa di mana kita harusnya melebarkan sayap untuk mengetahui banyak orang, sekedar sebagai menambah kenalan lo. Hal ini sama saja seperti apabila kau punya pacar yang posesifnya kebangetan.

Baca : Hotel di Serpong

Umur mengoptimalkan potensimu dengan gabung di banyak organisasi di luar atau dalam kampus juga tentu berkurang

Tapi 20-an permulaan tentu menjadi masa di mana kita dapat mengoptimalkan banyak potensi dalam diri. Di kisaran usia 20-25 tahun, bagi kau yang masih kuliah, harusnya menjadi peristiwa bagi diri untuk berkembang. Bergabung dengan banyak organisasi kampus, belajar ini itu, dan sebagainya. Tetapi dikala kau menetapkan untuk nikah muda, kans ini akan berkurang. Karena kau sepatutnya menjadi kepala rumah tangga, yang mana kau sepatutnya menafkahi istri dan keluargamu. Artinya, waktumu akan habis untuk kerja, kerja, dan kerja. Rumah tangga itu butuh duit, Boys!

 

Lagipula, memangnya di umur 20-an permulaan, telah terkumpul berapa tabunganmu itu? Semua kau memang telah berpenghasilan matang di umur belia

Nggak usah munafik, segala itu perlu uang, terutama dalam urusan pernikahan. Banyak sekali situasi sulit ihwal finansial ini, seperti omongan tetangga dikala kau menikah tanpa mengadakan resepsi, mengadakan resepsi tetapi katering kurang memuaskan, kau yang sesudah menikah masih tinggal di rumah orang tua (sebab kau belum cakap beli rumah sendiri), sampai memenuhi keperluan rumah tanggamu sendiri. Bila berakar dari finansial. Bila tabunganmu belum mencukupi untuk memenuhi semua tuntutan ini, konsisten berharap dipaksakan menikah? Memang sih, rezeki itu nggak akan ke mana. Tetapi mending coba dipikir ulang deh.

 

Kesempatan di umur 20-an permulaan, keperluan akan merasakan hasil peluh sendiri bersama sahabat-sahabat atau orang tua ialah hal yang paling seru lo. Belum lagi apabila kau dapat memenuhi hobimu sendiri seperti main golf, vakansi ke semua penjuru Nusantara atau dunia, dan sebagainya.

Menikah muda memang hak tiap orang. Tapi cewek atau cowok, berharap gunakan segudang alasan, itu nggak problem. Tetapi yang akan jadi problem ialah dikala kau belum siap finansial, mental, dan sebagainya, berharap jadi apa kekerabatan rumah tanggamu nanti? Coba dipikir-pikir lagi deh, memangnya nggak sayang apabila kau kehilangan sebagian hal di atas ketika kau menetapkan untuk menikah di umur belia? So, mending persiapkan dirimu secara matang dan ingat, #JanganGegabahNikah, ya!

Wedding Venue Tangerang