Melakukan survei sangat penting disaat merencanakan untuk membeli rumah supaya Anda tidak dibohongi oleh oknum bandel yang berharap mendapatkan profit dari pembelian rumah. Mengingat rumah termasuk instrumen investasi yang mempunyai harga jual tinggi, Anda perlu memperhatikan segala aspek berhubungan pembelian rumah secara mendetail.

Kalau Anda berencana beli rumah dalam waktu dekat, sebaiknya amati tujuh tips di bawah ini supaya rumah tersebut menguntungkan, baik sebagai hunian ataupun investasi jangka panjang.

Berikut tujuh tips yang semestinya diperhatikan:

1. Observasi lokasi bangunan

Rumah yang berlokasi di lokasi strategis umumnya dibanderol dengan harga jual yang tinggi. Keuntungannya yaitu rumah ini lebih cepat berkembang karena mempunyai jalan masuk yang mudah dijangkau seperti dekat dengan pusat perkantoran, perbankan, rumah sakit, dan perbelanjaan.

Lakukan survei segera untuk meninjau lokasi bangunan, apakah cocok dengan deskripsi yang diperkenalkan atau tidak. Intinya, pilih lokasi cocok dengan keperluan Anda saat ini.

Seandainya Anda berencana untuk membuka usaha kecil-kecilan di sekitar lokasi perumahan, rumah yang berlokasi di pinggir jalan adalah alternatif yang pas.

Kunjungi Juga: Perumahan Sentul City

2. Observasi klarifikasi tanah dan bangunan

Tanah dan bangunan dibagi dalam empat klasifikasi yang disesuaikan dengan tujuan masing-masing yaitu komersial, industri, perumahan dan pertanian. Pemilihan tanah dan bangunan yang cocok akan mempermudah Anda dalam beraktivitas sehari-hari.

Belilah tanah dan bangunan yang dilengkapi dengan sertifikat resmi. Seandainya suatu hari terjadi problem sengketa tanah, Anda mempunyai bukti kuat yang menyatakan jika tanah dan bangunan tersebut telah menjadi milik pribadi. Sehingga kepemilikan tanah dan bangunan tidak diganggu gugat oleh pihak yang memiliki wewenang.

3. Observasi kelayakan isi rumah

Rumah yang dibangun di wilayah perumahan atau komplek umumnya telah dilengkapi dengan perabotan yang komplit, seperti furnitur, kelengkapan dapur, jaringan internet, dan lainnya.

Kalau perabotan yang diberikan komplit, maka harga rumah menjadi sangat mahal. Sayangnya, perabotan yang disediakan developer terkadang tidak cocok dengan keperluan dan kualitas yang diinginkan oleh konsumen.

Betapa baiknya jika Anda membeli rumah kosong tanpa perabotan apapun, sehingga perabotan yang dibeli tidak mubazir atau sesuai dengan keperluan.

Cek Juga: Jual Rumah Sentul

4. Observasi keadaan keamanan lingkungan

Rumah yang berlokasi di wilayah komplek mempunyai tingkat keamanan yang tinggi karena gerbang masuk utama dijaga oleh penjaga keamanan selama 24 jam. Tidak hanya itu, komplek juga dilengkapi dengan kamera pengintai (CCTV) untuk memantau lalu-lalang warga di komplek perumahan.

Kalau rumah yang akan Anda beli berada di luar komplek perumahan, sebaiknya adakan metode jaga malam atau ronda untuk memantau keamanan setempat. Dengan demikian, rumah warga aman dari kemungkinan adanya pencurian.

5. Observasi bagaimana pendapatan pasif yang akan diterima

Jika rumah yang dibeli ingin disewakan, pilihlah rumah yang berada di lokasi paling strategis di kota tersebut. Karena rumah yang ada di lokasi strategis cukup diminati oleh penyewa karena jalan masuk jalan lebih mudah dijangkau.

Jangan lupa untuk memperhitungkan biaya sewa terhadap penyewa. Sesuaikan harga sewa dengan lokasi dan fasilitas yang diperoleh untuk mencapai kesepakatan.

Satu hal lagi, buat perjanjian mengenai biaya atas kerusakan yang terjadi di masa yang akan datang. Apakah Anda sebagai pemilik akan bertanggung jawab penuh atas kerusakan rumah atau tanggung jawab tersebut diserahkan sepenuhnya terhadap si penyewa.

Simak Juga: Perumahan di Sentul Bogor

6. Observasi gaya hidup pribadi

Gaya hidup seseorang berbeda-beda, tergantung dari tipe pekerjaan. Bagi Anda yang bekerja sebagai pembisnis, sebaiknya memilih rumah yang berlokasi di lokasi industri atau perkantoran.

Apabila Anda yang bekerja sebagai sosialita, rumah yang dekat dengan pusat perbelanjaan, cafe, bar dan perhotelan dirasa lebih sesuai.

7. Observasi sistem pembayaran rumah

Ada dua cara pembayaran rumah, yaitu tunai atau kreditan. Seandainya keadaan finansial Anda terbatas, karenanya cara kreditan adalah yang terbaik. Tetapi, amati prosentase DP yang dibayar, tingkat suku bunga, jangka waktu kreditan dan denda keterlambatan membayar.

Atur dengan baik keadaan finansial Anda secara teliti supaya tidak salah memilih kreditan. Jangan sampai kreditan terhenti di tahun ke-2 atau ke-3 dan seterusnya jika Anda tidak berkeinginan rumah Anda ditarik oleh developer yang bersangkutan.

Baca Juga: Cluster Baru di Setul City