Siapa yang tidak risih jika melihat motornya kotor. Apalagi jika telah terkena hujan didiamkan berhar-hari bakalan keringatan jika mencuci sendiri karena kotorannya sudah menempel. Solusi mudah dan sederhana pasti kita akan segera ketukang cuci steam. Selain mengirit tenaga, motor juga langsung menjadi bersih. Ditambah embel-embel “snow”, busa berbentuk mirip salju yang disemprotkan kebody motor kita saat mencuci steam membuat motor menjadi mengkilat dan bersih. Tetapi tahukah kamu bahwa cuci steam lebih banyak dampak buruknya daripada positifnya.

Motor didesain sedemikian rupa oleh pabrikan supaya dapat digunakan dalam jangka waktu lama (long usage). Quality control yang ketat serta bermacam pengujian sebelum suatu produk dilepas dipasaran. Terlebih menghadapi temperatur ekstrim. Mulai dari musim panas sampai hujan. Biasanya cat yang digunakan pabrikan adalah cat kualitas terbaik. Tetapi tetap disarankan disaat motor terkena hujan deras sebaiknya langsung dibilas dengan air tawar karena sifat air hujan yang mengandung asam. Lalu apa hubungannya dengan cuci steam?

Terbukti desain motor tidak dirancang menahan tekanan air dari mesin steam. Pencucian motor menggunakan kompresor atau diesel ini memang menawarkan sesuatu yang beda dibanding dengan mencuci biasa. Dijamin walaupun motor kamu ditempel kotoran atau tanah liat kering sekalipun saat disemprot dijamin kotoran langsung terlepas. Daya lontar air dari steam sangat besar dengan mudah melepaskan kotoran yang menbandel walau ditempat yang sulit dijangkau sekalipun. Tetapi terbukti kelebihan dari cuci steam itulah yang menjadi kelemahan. Disinyalir pengaruh dari kuatnya semprotan air, dapat mengancam usia dari soket-soket kabel body. Walaupun oleh pabrikan soket-soket tersebut ditempatkan tersembunyi dan diharapkan tidak dapat dijangkau air hujan. Namun tidak bagi air steam. Daya lontar air yang melebihi tingkat toleransi tersebut sangat mudah membasahi soket-soket tersebut. jadi dapat diterka bahwa karat serta konsleting dapat mengancam motor kita.

Sisi negatif lain, tanpa kita sadari motor saat disteam seringkali dalam keadaan mesin masih panas usai perjalanan ke tempat pencucian. Tercatat beberapa kali ada kasus cat mesin motor terkelupas pengaruh semprotan alat diesel tersebut. Temperatur mesin belum dingin, langsung disemprot air bertekanan tinggi sama seperti gelas panas langsung disiram air dingin. Cat yang sedang mengembang pengaruh temperatur panas mesin dipaksa mengkerut secara drastis. Hasilnya cat akan retak dan akan rontok jika terkena air bertekanan tinggi. Hal ini tidak akan terjadi secara langsung tetapi seiring berjalannya waktu.

Yang terakhir adalah chemical yang digunakan para tukang steam. Kamu perhatikan mayoritas para tukang cuci steam menggunakan sabun colek untuk membersihkan mesin, velg, sasis bawah untuk merontokkan kotoran yang ada. Mereka lupa bahwa seluruh komponen-komponen tersebut juga terdiri dari cat-cat seperti komponen atas motor. Memang dengan menggunakan sabun cuci akan meringankan pekerjaan mereka tanpa harus banyak mengeluarkan tenaga. tetapi penerapan detergen sangat tidak disarankan untuk membersihkan komponen pada motor kita. Sifatnya yang keras akan mengikis coating cat sehingga perlahan komponen-komponen tersebut akan cepat buram kehilangan kilatnya. Jadi dari semua itu terbukti mencuci motor dengan cara tradisional lebih disarankan. Bilas air menggunakan gayung secara perlahan serta seksama maka mencuci tradisional ini juga tidak kalah bersih dari mencuci steam.

Cek Juga: Kompresor Angin