Kata Brynn, dalam sebagian dekade terakhir sejumlah pihak mengatakan nggak sedikit orang tua yang menyakiti buah hati-buah hatinya Bun, sampai memerlukan terapi seumur hidup. Tentu kita tidak berharap itu terjadi. Kita sebagai orang tua berharap membesarkan buah hati tanpa membuatnya tersakiti. Sehingga buah hati-buah hati tidak membutuhkan pemulihan di masa dewasanya.

Berdasarkan Brynn, orang tua yang membesarkan buah hati-buah hatinya dengan metode ekstrem cuma membikin masa dewasanya menuju ke lembah kehancuran, Bun. Yang dibutuhkan buah hati-buah hati ialah sikap positif dari orang tua dan pantas untuk buah hati-buah hati.

Seketika seperti apakah ajaran ortu yang dapat meracuni kehidupan buah hati-buah hati? Berikut sebagian pertanda apabila orang tua telah via batas kawasan yang secara emosionil berbisa dan apa saja solusinya.

Si berperan sebagai orang tua

Kita kerap nggak sadar Bun, memperlakukan buah hati seakan telah dewasa. Brynn bilnag, orang tua menyenangi memberi tanggung jawab keluarga ke buah hati-buah hatinya. Seperti minta buah hatinya yang masih berusia 7 tahun mengawasi adiknya yang berusia 5 tahun sepulang sekolah hingga petang hari.

Solusi untuk mengubahnya, Bunda dapat mengingat kembali bagaimana saat diasuh? Apakah dahulu orang tua minta Bunda melaksanakan profesi di luar usianya?

Sesungguhnya Bunda enggak perlu juga mencontoh apa yang dialami semasa kecil. Dikala Bunda menyadari bahwa pola pengasuhan yang diaplikasikan belum ideal, cobalah mengubahnya.

Kecuali itu, buah hati-buah hati tak boleh memperdengarkan percakapan perihal topik dewasa yang tak sesuai. Misalnya perihal kesusahan keuangan rumah tangga atau kekerabatan orang tua yang tak harmonis. Si-buah hati bukanlah pundak orang tua untuk menangis, peran itu harusnya diisi sahabat terpercaya yang telah dewasa.

Minta buah hati menaruh rahasia

Si-buah hati kita bukan sahabat kita, Bun. Tak peduli alangkah kita mencintai buah hati-buah hati kita atau seberapa muda kita memilikinya, hingga sang buah hati tumbuh dewasa. Orang tua tak bisa berteman dengan buah hati-buah hati. Ini akan merusak mental salah satunya atau kedua pihak.

Misalnya Bunda memberi tahu ke buah hati perihal belanja sampai menghabiskan terlalu banyak uang dan minta buah hati merahasiakannya dari ayah.

Sebagai orang tua, kata Brynn, kita dapat menjadi orang kepercayaan buah hati-buah hati. Tetapi buah hati-buah hati belum dapat mencerna isu kita. Menurur Brynn, tidak peduli berapapun umur buah hati, mereka tak perlu mendengar rahasia orang tuanya.

 

Baca Juga : St Monica Kelapa Gading Jakarta